Buat temen-temen yang suka baca, gw mo kasih referensi buat kalian sebuah novel keren nih… Novel ini karya putra bangsa yang cukup berbakat. Walaupun novel ini adalah novel perdananya namun sang pengarang tampaknya cerdik dalam membidik pangsa pasarnya yang haus akan karya-karya cemerlang, baru dan segar. Buktinya novel ini termasuk kedalam daftar deretan novel-novel best seller. Yah.. siapa tau aja temen-temen blom baca novel ini, Judul novel ini tak lain adalah Laskar Pelangi, sebuah novel lokal yang unik dan sangat menarik untuk dibaca juga dikoleksi oleh teman-teman. Novel ini bahkan tidak kalah menariknya dengan novel-novel fiksi import karya-karya terkenal seperti halnya karya Paulo Coelho, J.K. Rowling, Dan Brown, dan lain sebagainya. Bahkan saking menariknya novel ini, sampai sekarang novel itu masih belum selesai dipinjam anak-anak Guest House putri Islamic Relief di Meulaboh, boss ku pun yg satu mess dengan aq juga sudah ngantri ingin membacanya, hehe.. Novel ini mengangkat kisah perjalanan hidup sang penulisnya yang bernama Andrea Hirata Seman pada saat menduduki awal bangku SD sampai dengan tamat bangku SMP. Novel memberikan gambaran kepada kita betapa tragisnya dunia pendidikan di Indonesia, khususnya didaerah-daerah terpencil yang jauh dari pusat kota. Novel ini juga sarat akan pesan moral yang menggugah hati.Oiyaa… karena menariknya novel ini, dikabarkan sempat dibahas khusus dalam acara Talk Show Kick Andy di saluran Metro TV. Sang Penulis beserta guru-gurunya di Sekolah Muhammadiyah sempat hadir dan diwawancarai. Sayangnya pada saat itu aq gak nonton, abis gak ada yang kasih tau sih :(
ALUR CERITA SINGKAT
Pada saat itu sang penulis akan diterima pada Sekolah Dasar Swasta dan mulai menjalani kehidupan bersekolah saat menduduki awal bangku SD sampai dengan tamat bangku SMP bersama dengan teman-teman sekelasnya yang hanya berjumlah 9 orang di Sekolah yang bernama SD Muhammadiyah. Karena jumlah siswanya yang terlalu sedikit, hampir-hampir sekolah ini ditutup lantaran jumlah muridnya dalam 1 kelas tidak memenuhi kuota yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan saat itu yaitu minimal 10 murid siswa per kelasnya. Di saat yang mendebar-debarkan akhirnya ada seorang calon murid terakhir yang akhirnya diterima sehingga mengenapi angka ganjil menjadi 10 murid siswa. Perkenalanpun dimulai diantara mereka dengan menyebutkan nama masing-masing di depan ruang kelas. Lambat laun mereka menjadi sebuah “tim” yang solid dan kompak, mereka saling tolong menolong apabila diantara mereka mendapatkan kesulitan. Mereka, Sang Penulis beserta teman-teman sekelasnya yang berjumlah 10 orang menyebut diri mereka Laskar Pelangi.
Sekolah Muhammadiyah berada di pedalaman yang jauh dari pusat kota yang terletak di Pulau Belitong. Pulau Belitong bukanlah suatu pulau yang daratannya cocok untuk bertani dan bercocok tanam. Namun Pulau Belitong adalah pulau yang kaya akan kandungan timah. Sekolah dimana tempat mereka belajar, bukanlah sekolah elite dan mewah yang memiliki segala fasilitas pendukung pembelajaran seperti sekolah lainnya yang dideskripsikan di buku ini sebagai sekolah PN (Perusahaan Negara). Sekolah mereka hanya sebuah bangunan tua yang rapuh, reyot dan terbengkalai sehingga apabila kita melihatnya, maka sedikitpun tidak akan menumbuhkan minat untuk belajar pada sekolah ini, dengan kata lain sekolah ini biasa disebut dengan sekolah Kampung. Strata ekonomi orang tua mereka adalah berasal dari golongan tidak mampu. Rata-rata mata pencaharian orang tua mereka berasal dari profesi buruh tambang dan nelayan.
Di Akhir penghujung cerita ini akan ada pendatang baru yang membuat kelompok mereka bertambah jumlahnya menjadi 11 orang. Seorang gadis tomboy dari keluarga kaya raya. Ayahnya adalah seorang berpendidikan tinggi dan memiliki pengaruh pada suatu perusahaan milik BUMN di Pulau Belitong. Sangat kontras bila membandingkannya dengan murid-murid Laskar Pelangi lainnya. Dengan kedatangan pendatangan baru yang bernama Flo pada akhir cerita ini, alur cerita semakin menarik dan petualangan kehidupan para Laskar Pelangi lebih banyak melewati cobaan, rintangan, tantangan, dan pertentangan yang pada saat membacanya akan membuat kita selalu penasaran seperti apa ujung dari akhir cerita ini.
TENTANG BUKU, PENULIS, & RENUNGAN
Begitu pandainya Seorang Andrea Hirata dalam mengunakan,memilih, dan mengolah kata-kata, sehingga pada saat membaca novel ini kita seolah-olah dibuat berada persis pada tempat dan kejadian si Penulis menjalani kisah hidupnya. Alur emosi diri kita akan dibuat fluktuatif mengikuti keinginan si Penulis. Novel ini akan menghanyutkan kita pada kesedihan, rasa iba, kegembiraan, Rasa cinta, Kekonyolan, Ketegangan, ketakutan, dan Ketidakpastian.
Laskar Pelangi memiliki 3 Episode lanjutan yang berjudul, Sang Pemimpi, Edensor, dan yang terakhir kabarnya masih dalam proses penulisan. Sang Pemimpi menceritakan kehidupan Penulis saat menjalani kehidupan perkuliahannya menggambil S2 di Paris, Sebenarnya saya belum baca sih, baru liat dan pegang bukunya saja, abis abang gw belom kirim kemari dah cape gw mintanya, sebel wak… dan gw dah coba cari di toko-toko buku Banda Aceh namun tidak ada yg menjual. Kalo cari di Meulaboh, wahh.. dijamin gak bakalan ada yang jual, maklum meulaboh kan kota kecil
Novel Laskar Pelangi ini banyak memiliki pesan moral dan pesan “Kuat”. Pesan moralnya bisa Anda ikuti sendiri saat membaca buku ini. Sedangkan Pesan kuat yang terkandung dalam novel ini menurut saya adalah Keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya, apabila kita mengeraskan kemauan dan membulatkan tekad akan memunculkan energi positif yang menghasilkan banyak suatu perubahan besar pada hidup dan diri kita. Seandainya novel ini dibuat dalam sebuah film layar lebar, maka itu akan sangat menarik di tonton oleh generasi muda kita. Kisah Laskar Pelangi akan selalu menjadi “batubara" untuk membakar semangat belajar tanpa henti para pelajar kita, yah.. betul kan. Coba kalian lihat Film-film Indonesia sekarang, tidak sedikit yang menyuguhkan film-film yang berbau mistis dan klenik, film-film seperti ini benar-benar sangat tidak mendidik generasi muda kita. Belum lagi kalau kita bicara mengenai tanyangan-tanyangan sinetron dilayar televisi. Mereka para pembuatnya seperti orang-orang yang tumpul akan ide, mereka tidak memiliki jiwa kreatifitas yang tinggi, mereka sangat minim dalam membuat sebuah terobosan baru yang bermanfaat. Mereka hanyalah sekumpulan orang-orang kerdil yang ingin meraup keuntungan financial sesaat tanpa memikirkan dampak psikologis para penontonnya khususnya kaum muda dan anak-anak. Sepertinya urat malu mereka sudah putus, mereka sangat nyaman dan senang dengan sebutan baru mereka, yaitu “SANG PLAGIATOR SEJATI”. Saya sangat salut dengan sineas dan penulis berbakat seperti Garin Nugroho, Jujur Pranoto, Deddy Mizwar yang menyuguhkan film-film berkualitas dan berdampak positif untuk kalangan muda kita. Film-film yang menyuguhkan nilai-nilai pendidikan, nasehat, dan cinta tanah air. Yah.. saat ini kita butuh akan hal itu. Kita butuh untuk bangkit dan menjadi bangsa yang besar yang mencintai hasil karyanya sendiri. Saat ini generasi muda kita sudah sangat terlena dengan segala sesuatu yang datangnya dari Luar Negeri dan menirunya dengan sangat “sempurna” tanpa mau memfilternya terlebih dahulu. Bangsa kita saat ini sudah terlalu konsumtif dengan segala sesuatu produk yang berbau “Western”, bahkan orang-orangnya pun sudah sangat western minded. Mall-mall begitu banyaknya dibangun di kota metropolitan menawarkan produk-produk luar yang beraneka ragam. Seandainya tidak ada langkah dan kebijakan yang kongkrit dari Pemerintah dan dari diri kita masing-masing untuk merubah pola yang sudah sedemikan kuatnya pada masyarakat kita, maka lambat laun tapi pasti itu akan membawa kita pada kehancuran moral dan ekonomi makro Indonesia.
Kayanya gw gak boleh banyak bicara lagi deh, hehe… Sebenarnya sih tangan gw masih gatel pengen nulis terus, Blogger nih bener-bener mainan baruku yang menyenangkan. Tidak ada maksud sedikitpun dalam hatiku untuk mengurui para pembaca blog ku, yang saya utarakan adalah rasa kekhawatiran akan jatuhnya bangsa kita, apabila kita tidak mau merenung, dan memulai membuat suatu langkah-langkah strategis dari diri kita yang dapat menjadikan Indonesia Bangsa yang disegani oleh Dunia. Saya sadar untuk orang selevel kita tidak banyak pengaruhnya untuk melakukan suatu perubahan pada tataran suatu bangsa, namun apabila kita memulainya secara kolektif dengan menumbuhkan rasa cinta tanah air saya yakin, itu merupakan titik awal yang baik menuju Indonesia Negeri yang cinta akan hasil karyanya sendiri.
Cukup.. cukup.. sengaja saja menjelaskan tentang novel ini secara singkat, kalo saya ceritakan detail entar rasa haus dan penasaran teman-teman akan pudar dan sirna ditelan waktu yang terus berjalan… huekkk.. huekkk… Hihihi… Penasaran kan ? Rasakanlah indahnya petualangan yang menakjubkan dalam dunia Laskar Pelangi, udah deh buruan baca, di jamin seru ^^

