Tidak terasa, bulan suci Ramadhan yang penuh dengan kemuliaan akan meninggalkan kita dalam hitungan hari. Banyak pertanyaan yang menganjal dalam menanggapi kepergian bulan yang penuh dengan barakah, ampunan, dan dijauhkan diri dari siksa api neraka ini apabila direfleksikan dengan dinamika kehidupan modern kita saat ini. Itu bisa terlihat seperti halnya apakah kita termasuk orang2 yang bersedih akan ditinggalkannya bulan suci ini atau kita termasuk orang2 yang bersuka cita akan kepergiannya; apakah kita termasuk orang2 yang melalaikan ibadah dibulan suci ini atau termasuk kepada orang2 yang benar2 memanfaatkan momentum; apakah kita termasuk kedalam orang2 yang Egois yang hanya mempedulikan kepentingan sendiri, keluarga, kerabat atau orang2 yang mempedulikan sesama muslim tanpa melihat strata sosialnya; atau bahkan mungkin kita termasuk kedalam orang2 yang masih berkecimpung dalam hal pergaulan intim diluar nikah, percintaan sesaat, romantisme semu, tanpa mau meninggalkannya terutama untuk bulan yang amat diagung2kan oleh Rasulullah SAW. Na’uzubilahiminzaliq. hanya diri kita sendiri yang tahu termasuk kedalam golongan mana diri kita berada. Dalam salah satu hadist Rasulullah SAW bersabda yg diriwayatkan oleh Ibnu Majah "Byk org yg berpuasa tetapi dari puasanya itu ia tdk mendptkan kecuali lapar & dahaga, dan byk org yg bangun malam (tahajjud) tetapi dari tahajjudnya itu ia tdk mendptkan kecuali tdk tidur malam"Pada hakikatnyanya bulan suci Ramadhan adalah bulan pengemblengan jiwa, yaitu adalah manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan harus dapat mengendalikan hawa nafsunya, karena Simbol pengendalian nafsu yang dikenal dalam agama Allah yaitu Islam adalah dengan menjalankan shaum (puasa). Perintah Itu tertuang dalam ayat Allah di surah Al Baqarah : 183
Kembali kepokok permasalah pada dinamika kehidupan kita saat ini, tentunya banyak cara & juga tuntunan dari agama kita untuk bagaimana menyikapi, mensiasati, dan menjalankan apa2 yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW kepada kita saat datangnya Bulan Suci Ramadhan ini. Yaitu tentunya dimulai dengan bersahur (tidak ada nash yang menyebutkan bersahur dengan membaca niat, karena niat adanya didalam hati tidak dilafaskan), berbuka puasa dengan membaca do’a, melakukan shalat tharawih, membayar zakat fitrah, mengkhatamkan Al Qur’an dan melakukan I’tikaf (berdiam diri di Masjid) pada 10 hari terakhir Ramadhan.
Pada kesempatan kali ini saya tidak menjelaskan satu persatu bagaimana cara melakukan amalan2 sunnah yg telah disebutkan, namun lebih ingin menitikberatkan pada bagaimana sikap yg harus kita ambil pada penghujung penghabisan bulan suci ini, agar kita bisa mengoptimalkan hasil dari bulan suci Ramadhan yang diharapkan oleh Allah SWT kepada ummatNya yang beriman. Maka sikap pertama yg bisa kita lakukan walaupun bisa dibilang terlambat adalah dengan cara beritikaf di masjid sembari menjalankan amalan2 ibadah sunnah, dan apabila kita masih berat untuk melangkahkan kaki ke masjid cara yg kedua adalah hendaknya kita selalu senantiasa bertaubat, dengan menangis yg sekeras2 nya dengan mengingat2 akan dosa2 yang telah kita perbuat. Menangislah apabila kita memiliki dosa/ kemasiatan dgn melanggar perintahNya. Menangislah apabila kita telah berbuat kesalahan pada manusia dan minta maaflah padanya, karena Allah tidak akan mengampuni dosa kita kepada manusia apabila kita tidak mendapatkan maaf darinya.. Menangislah apabila kita pernah melukai hati seseorang yang amat kita cintai apakah itu orang tua kita, famili kita, guru kita, teman kita, dsb. Jangan malu untuk menangis wahai temanku, kalo malu menangis akan sesat dijalan tentunya, (ups.. gak nyambung).
kiat yang bisa kita lakukan untuk menangis salah satunya adalah cobalah untuk berdiamdiri sendiri dikamar pada malam hari sembari kita mematikan lampu kamar kita, pada saat itulah kita akan merasakan suasana hening, sunyi, dan mencekam, itu tentunya sangat membantu dalam melakukan prosesi muhasabah (koreksi diri) dan juga prosesi tazkiyatun nafs (pensucian jiwa). Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah : 222 "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang suka bertaubat dan mencintai orang2 yang suka mensucikan diri", maka dari itu menangislah wahai teman ku, menangislah akan dosa2 yg telah kita perbuat dan minta ampunlah pada Nya..
Terima kasih kepada Kak Apop yang telah mengirim tema "Apa kabar hr2 terakhir ramadhan" ke email ke BRR-OC Yahoo.groups. com


1 comment:
Ihsan..
Nggak nyangka lo hobi nulis panjaaaaaang yah..
But its good...Keep moving yah..
Woro
Post a Comment